Mkaiserang

KEGIATAN PEMUDA AHMADIYAH

Negara Tak Berhak Adili Aliran Kepercayaan Baru yang Muncul

Para anggota ajaran sesat berjalan di kompleks perumahan mereka di Fort Concho National Historic Landmark, San Angelo, Texas, Senin (7/4).
Kamis, 29 Januari 2009 | 19:17 WIB

JAKARTA, KAMIS — Negara tak berhak mengadili munculnya aliran kepercayaan baru kaitannya dengan kebebasan beragama yang melindungi hak sipil seseorang untuk berkeyakinan.

“Seharusnya negara dapat memisahkan mana persoalan dalam wilayah keagamaan, kepercayaan, keyakinan, akidah, dan keimanan berbeda dengan persoalan dalam wilayah kriminal,” tutur Kautzar Azhari Noer, dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah.

Hal itu dipaparkan dalam konferensi pers “Kehidupan Beragama dan Prospek Islam Politik di Indonesia” di Cafe Betawi Ora, Pondok Indah, Jakarta, Kamis (29/1).

Menurut Kautsar, sering kali negara sewenang-wenang dalam menempatkan suatu kasus munculnya aliran kepercayaan baru. “Kasus Ahmadiyah, Lia Eden itu tak seharusnya diperkarakan, karena tak ada persoalan dengan kriminal, seperti membunuh, menganiaya dan menjelekkan agama lain (penodaan agama lain),” jelas Kautsar.

Dalam konteks mengkaji kebebasan beragama, Kautsar mengatakan harus memerhatikan aspek teologis dan nonteologis. “Mereka yang menolak kebebasan beragama dan melakukan kekerasan atau penolakan terhadap aliran baru itu umumnya hanya melihat sisi teologisnya, tapi tak melihat sisi nonteologisnya seperti dasar kovenan HAM, UUD RI yang diakui secara universal,” jelasnya.

Perbedaan teologis yang sifatnya mutlak itu biasanya tak bisa dijembatani. Untuk mengatasinya, Kautsar mengemukakan diperlukan prinsip-prinsip yang disepakati bersama secara universal, misalnya kovenan HAM internasional.

Januari 31, 2009 Ditulis oleh mkaiserang | Berita terkini | | No Comments Yet

Ucapan Rizieq Munafik!

27/09/2008 15:13
Gus Nuril: Ucapan Rizieq Munafik!
Djibril Muhammad
Habib Rizieq
(inilah.com/subekti)

INILAH.COM, Jakarta – Pasca bentrokan di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 25 September 2008, Ketua FPI Habib Rizieq menyatakan FPI dan NU bersaudara. Menurut Gus Nuril, itu pernyataan munafik!

“Jika sudah tahu saudara, jika sudah ada tulisan banser di kaos seharusnya jangan diajak ribut. Sudah tulisannya banser dan di luar kenapa masih digebuk? Itu munafik! Mulut dan hatinya tidak sama,” kata Pimpinan Ponpes KH Abdurrahman Wahid, Gus Nuril usai acara Kongkow Bareng Gus Dur di Teater Utan Kayu, Jakarta, Sabtu (27/9).

Gus Nuril bahkan mengharapkan Rizieq agar melakukan tindakan-tindakan terhormat yang tidak membuat malu umat Islam. “Ya saya anggap Habib Rizieq orang terhormat,” ujar Gus Nuril.

Sedangkan alasan Nuril membela M Guntur Romly karena dia merupakan pengurus NU di Mesir sebanyak dua periode. Sehingga, Banser berkewajiban menjaganya dan mengamankan selembar rambutnya pun jangan sampai jatuh.

“Karena singanya (Guntur) terancam, maka anak-anaknya ikut, jadi perlu dilindungi oleh Banser saya,” imbuh Gus Nuril.

Anak buah Gus Dur ini juga menyatakan akan membawa anak buahnya ke Jakarta pada 12 Oktober 2008. Apa maksud kedatangannya?

“Ya, datang saja. Sekali-sekali masa tidak boleh datang ke Jakarta,” jawab dia. Gus Nuril mengelak jika kedatangan massanya guna menyambangi markas FPI. “Tidak, FPI terlalu kecil,” tegasnya.

Begitu juga soal kehadiran massanya pada persidangan lanjutan Habib Rizieq pada 12 Oktober, Gus Nuril hanya mengatakan, “Saya tidak ada urusanya dengan pengadilan!” Tegas dia.[L8]

Tags : fpi, rizieq
BERITA TERKAIT

September 28, 2008 Ditulis oleh mkaiserang | Berita terkini | | No Comments Yet

Gus Dur: Ratu Kidul Dipaksa Jilbaban

27/09/2008 06:32
Gus Dur: Ratu Kidul Dipaksa Jilbaban
Abdurrhmsn Wahid
(inilah.com/Abdul Rauf)

INILAH.COM, Jakarta – Bukan Gus Dur namanya jika tidak melontarkan banyolan dalam sebuah pertemuan. Namun agaknya, banyolan kali ini kemungkinan akan membuat telinga Ketua FPI Habib Rizieq Shihab panas.

Di sela acara buka puasa di kantor DPP PNI Marhaenisme, Jakarta Selatan, Jumat (26/9) malam, cucu pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari itu bercerita, ada seseorang yang bertanya kepadanya mengenai penyebab gempa yang terjadi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2006.

Karena merasa tidak tahu mengenai penyebab bencana alam itu, ia menjawab sekenanya. Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB itu menghubungkannya dengan legenda yang diyakini warga DIY tentang adanya penunggu di pantai selatan Jawa.

“Itu karena Nyi Roro Kidul dipaksa pakai jilbab oleh Habib Rizieq,” jawabnya, yang disambut tawa undangan yang hadir. [R2]

BERITA TERKAIT

September 28, 2008 Ditulis oleh mkaiserang | Berita terkini | | No Comments Yet

Dikejar FPI ke Pelni, Guntur & Massa AKKBB Dievakuasi Polisi

http://www.detiknew s.com/read/ 2008/09/25/ 140601/1012410/ 10/dikejar- fpi-ke-pelni, -guntur-&-massa-akkbb- dievakuasi- polisi

Kamis, 25/09/2008 14:06 WIB
Dikejar FPI ke Pelni, Guntur & Massa AKKBB Dievakuasi Polisi
Aprizal Rahmatullah – detikNews

Jakarta – Aktivis AKKBB Guntur Romli dkk dikejar-kejar massa FPI hingga ke Gedung PT Pelni, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat. Guntur  yang bersembunyi di gedung yang tak jauh dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini lalu dievakuasi polisi.

Pantauan detikcom, Kamis (25/9/2008) siang, sejumlah mobil kepolisian berada di parkiran gedung PT Pelni. Guntur dan 10 anggota AKKBB pun diboyong ke dalam mobil tersebut.

Pada saat evakuasi, ada seorang pria yang mengaku laskar tiba-tiba menampar salah satu anggota AKKBB. Pria yang berjaket abu-abu itu pun ditangkap polisi dan dimasukkan ke dalam mobil evakuasi.

“Siapa kamu, ada polisi masih main pukul-pukul saja!” bentak seorang polisi.

“Saya laskar….laskar, ” jawab pria yang akhirnya diketahui bernama Sentot.

Saat hendak dievakuasi, Guntur menceritakan, kejadian tersebut berawal saat dirinya dan anggota AKKBB hendak pulang dengan menggunakan mobil yang di parkirkan di gedung PT Pelni. Tiba-tiba saja pihaknya diserang.

Guntur dkk berusaha berusaha bertahan, namun anggota FPI makin banyak. Mereka pun akhirnya berlari ke gedung PT Pelni. “Kita masuk ke gedung Pelni, mereka masih masuk. Kita ke basement, (ikut) masuk ke basement,” kata Guntur.

Bahkan, lanjut Guntur, 1 dari anggotanya bernama Ardi dipukul dengan menggunakan batu. Ardi kemudian dilarikan ke RS Tarakan.(gus/ nrl)

September 28, 2008 Ditulis oleh mkaiserang | Berita terkini | | No Comments Yet

22 Anggota FPI Ditetapkan Jadi Tersangka

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/27/1/149935/22-anggota-fpi-ditetapkan-jadi-tersangka

22 Anggota FPI Ditetapkan Jadi Tersangka

Minggu, 28 September 2008 – 00:14 wib

TASIKMALAYA – Polresta Tasikmalaya akhirnya menetapkan 22 anggota Front Pembela Islam (FPI) sebagai tersangka dalam kasus perusakan lapak PKL di Jalan Pasar Wetan, Kota Tasikmalaya, Rabu 24 September lalu.

Sebelumnya, sekira 50 anggota FPI menjalani pemeriksaan di Mapolresta Jalan Letnan Harun sejak pagi hingga sore hari tadi.

Kapolresta Tasikmalaya AKBP Teddy Setiadi mengatakan, penetapan ini berdasarkan pada hasil penyelidikan, pengumpulan data, barang bukti, serta analisis perkara. “Tersangka yang ada baru sebanyak itu saat ini, tetapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah seiring evaluasi dan penyelidikan yang terus kami lakukan,” tegas Teddy di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (27/9/2008).

Perlu diketahui, FPI melakukan aksi sweeping terhadap para PKL di Jalan Pasar Wetan, Kota Tasikmalaya, Rabu 24 September lalu. Pada saat melakukan aksinya, massa FPI tanpa basa basi langsung melakukan perusakan terhadap lapak yang ada tanpa melakukan kompromi terlebih dahulu.

Aksi massa tersebut akhirnya mendapatkan penghadangan dari aparat Polresta Tasikmalaya yang mengerahkan dua peleton pasukan Dalmas. Hal ini memicu kericuhan antara polisi dengan anggota FPI. Alhasil 51 anggota FPI langsung diamankan di Mapolresta Tasikmalaya.

“Jauh-jauh hari saya mengingatkan kepada siapapun untuk menahan diri dan jangan sampai bertindak anarkistis, kalau kemudian terjadi aksi perusakan maka kami tetap akan memprosesnya,” ujar Teddy.

Sementara itu, Korlap Aksi FPI Bahrul Ulum menegaskan, siap bertanggungjawab terhadap aksi yang dilakukannya. Menurutnya, hal tersebut merupakan puncak kekesalan terhadap para penjual yang tidak menghormati orang yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kami sudah mengingatkannya, tetapi mereka tidak juga menurutinya. Makanya kami terpaksa melakukan aksi itu yang secara spontan terjadi karena puncak kekesalan. Yang jelas kami siap bertanggungjawab,” tegas Bahrul. (Nanang Kuswara/Sindo/ful)

September 28, 2008 Ditulis oleh mkaiserang | Berita terkini | | No Comments Yet