Mkaiserang

KEGIATAN PEMUDA AHMADIYAH

Surah Al-Shaff : 7

Mencari Terjemah Tepat

Surah Al-Shaff : 7

Ayat 7 Surah Al-Shaff diterjemahkan oleh Prof. Mahmud Yunus sebagai berikut:

“Siapakah yang terlebih aniaya daripada orang yang mengadakan dusta atas Allah, sedang ia diseru masuk Islam? (Tidak ada, malah dia yang paling aniaya). Allah tidak menunjuki kaum yang aniaya itu.”

A. Hassan menerjemahkan ayat ini sebagai berikut:

“Dan bukankah tidak ada siapa-siapa yang lebih aniaya daripada orang yang membikin dusta atas nama Allah, padahal dia diajak kepada (agama) Islam? Dan sungguh Allah tidak memberi petunjuk kaum yang dzalim.”

Prof. Hasby Ash-Shiddiqie menerjemahkan ayat ini demikian,

“Siapakah yang lebih lalim daripada orang-orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah, sedang dia diseru (masuk) ke dalam Islam; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang lalim”.

Departemen Agama R.I. menerjemahkan ayat ini demikian,

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengadakan dusta terhadap Allah, sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

ORANG YANG MENGADAKAN DUSTA dan ORANG-ORANG YANG ZALIM ITU SIAPA?

Masalah yang perlu dipikirkan dalam ayat ini adalah: Orang yang mengadakan dusta kepada Allah itu siapa dan orang-orang yang zalim yang tidak diberi petunjuk itu siapa?

Kata “dusta” kiranya adalah terjemahan kata ” ‘afara” yang berarti “to cover” (menutupi). Jadi, “Min man iftara’alallahi al-kadziba” berarti “dari orang yang menutupi Allah dengan kedustaaan” atau “orang yang berdusta terhadap Allah“. Orang yang demikian adalah orang yang tidak menerima wahyu dari Allah, namun mengaku menerima wahyu dari Allah. Pendek kata, dia bukan nabi tetapi mengaku diangkat sebagai nabi Allah.

Nah, jika terjemahan Surah Al-Shaff di atas semuanya benar, mestinya dari situ kita bisa mengerti apa hubungannya antara “orang yang berdusta terhadap Allah, sementara ia diseru agar masuk/kembali ke dalam Islam” dengan “Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim” (wallaahu laa yahdii al- qoum al-zoolimiin). Rasa-rasanya jika terjemahannya adalah benar demikian mustahil kita tahu hubungan itu!

Supaya menjadi jelas, perlu terjemahan yang bersifat menjelaskan seperti halnya kalimat (Tidak ada, malah dia yang paling aniaya) dalam terjemahan Prof. Mahmud Yunus itu. Terjemah Surah Al- Shaff ayat 7, agar nampak hubungan antara “man” dengan “kaum yang zalim kiranya adalah demikian, “Tetapi, siapakah yang lebih aniaya daripada orang (yang dituduh) berdusta terhadap Allah sementara ia diseru masuk/kembali ke dalam Islam (dengan orang-orang yang menuduh)? Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang aniaya”.

Walhasil, jadi ada orang yang dituduh oleh sejumlah orang bahwa ia berdusta terhadap Allah, sementara itu ia diseru oleh orang-orang agar kembali ke dalam Islam. Orang-orang yang menuduh bahwa seseorang telah berdusta kepada Allah, kemudian mereka menyeru agar orang yang dituduh telah dusta itu agar kembali Islam. Lho, kok kembali ke dalam Islam? Apakah dulu-dulunya dia itu Islam?

Orang yang diseru agar kembali ke dalam Islam itu memang dari semula dia itu bersyahadat, shalat, puasa dan sebagainya laiknya orang Islam. Tetapi karena dia kemudian mendakwakan bahwa ia menerima wahyu dari Allah, bahkan diberi nikmat rohani berupa kenabian ummati berkat fana kepada Rasulullah saw. maka dia dicap pendusta, sesat dan menyesatkan, bahkan kafir di luar Islam. Yang memberi cap-cap demikian adalah ulama ahlul fiqh seperti yang telah dinubuwatkan oleh Syeh Muhyidin Ibnu Arabi.

Orang yang mengaku sebagai nabi di belakang Rasulullah saw. seperti yang telah kita ketahui, ada beberapa puluh. Tetapi hendaknya dicatat bahwa dakwah mereka cuma bertahan beberapa waktu. Cuma dakwah dialah seorang yang bertahan sudah 118 tahun. Jemaatnya sudah berkembang di 189 negara.

Melihat fenomena ini mestinya orang-orang berpikir: mengapa orang yang satu ini ( Mirza Ghulam Ahmad ) derapnya tidak dapat dibendung, sekalipun orang-orang yang memusuhinya selalu minta bantuan yang berkuasa? Ada apa dengan jemaat ( Ahmadiyah ) ini?

MENDEKATI KEBENARAN

Terjemahan surah Al-Shaff ayat 7 yang telah saya pilih itu rasa-rasanya sungguh sangat mendekati kebenaran. Fakta yang ada dalam ayat 8, sungguh mendukung kebenaran itu.

Mari kita ikuti, penggalan pertama ayat 8 adalah, “Yuriiduuna liyuthfi-uu nuural Laahi bi afwaahihim (mereka ingin hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka)”. Kata ganti mereka di awal ayat ini itu siapa? Mereka adalah al-qaum al-dhaalimiin (kaum yang zalim) yang disebutkan di akhir ayat 7. Dengan apa mereka hendak memadamkan cahaya Allah itu? Penggalan ayat 8 berikut menjawab pertanyaan ini, “dengan mulut mereka”. “Dengan mulut mereka” adalah dengan fatwa: “sesat dan menyesatkan, kafir di luar Islam”. Ini adalah fakta yang jelas sekali!

Selanjutnya, penggalan kedua ayat 8, berbunyi, “Wallaahu mutimmu nuurihii walau karih al-kaafiruun (Sungguh, Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya, sekalipun orang-orang yang tak percaya benci)”. Benarkah Allah menyempurnakan cahaya-Nya itu? Bila nyatanya jemaat yang dimusuhi itu sudah tertanam di 189 negara di dunia ini, apakah fakta ini tidak benar? Siapa yang membenci jemaat ini? Al-quran menjawabnya, yaitu orang-orang yang tidak percaya. Shadaqallaah!!

September 24, 2008 - Posted by | Alquran

2 Komentar »

  1. oo,, gitu yah,,
    waaa,, nambah ilmu baru,,,jazakumullaah buat yg uda invite aku,,

    kunjungi juga dong blog

    Komentar oleh gianne | September 28, 2008 | Balas

  2. makasih ya atas komentarnya , kalo ada rtikel yg terbaru

    wasalam

    Komentar oleh mkaiserang | September 28, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: